Selasa, 19 Mei 2015

LAPORAN PENDAHULUAN PENGELOLAAN SAMPAH KEPERAWATAN KOMUNITAS

LP PENKES TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH KEGIATAN PBL KEPERAWATAN KOMUNITAS DUKUH NGUKIRAN RW 05
DESA JOMBORAN KECAMATAN KLATEN TENGAH





Oleh
Kelompok 7-12





STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN
PROGRAM STUDI DIII  KEPERAWATAN
2015

LP PENKES TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH PBL KEPERAWATAN KOMUNITAS DUKUH NGUKIRAN 05 DESA JOMBORAN
KECAMATAN KLATEN TENGAH
 


I.       Latar Belakang
Menurut UU RI No.18 tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.
Pertambahan jumlah penduduk yang pesat berdampak terhadap peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan. Peningkatan jumlah sampah yang tidak diikuti oleh perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah mengakibatkan permasalahan sampah menjadi komplek, antara lain sampah tidak terangkut dan terjadi pembuangan sampah liar, sehingga dapat menimbulkan bau tidak sedap, lingkungan kotor, berbagai penyakit seperti diare, disentri, ISPA dll (Artiningsih, 2008).
Hadi (2004), dalam tulisannya yang berjudul sindrom sampah mengatakan bahwa masyarakat bersikap resisten terhadap fasilitas pembuangan sampah, seperti kasus masyarakat terhadap keberadaan TPA Jomboran, Klaten Tengah.
Menurut UU RI No.18 tahun 2008, tempat pemrosesan akhir (TPA) adalah tempat untuk memroses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan, yang pada kenyataannya setiap orang yang membuang ke TPA tidak mengolah dan hanya langsung dibuang tanpa mempedulikan samapah tersebut dapat terurai oleh bakteri atau tidak.
Dampak yang muncul bagi daerah yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah berupa ketidaknyamanan karena debu, bau dan ceceran sampah di sekitar kawasan TPA. Hal ini dapat memicu menurunnya nilai properti, di mana tanah dan rumah disekitar TPA tidak menguntungkan untuk dijual karena umumnya orang enggan untuk tinggal disekitar TPA. Masalah sampah mutlak harus ditangani secara bersama-sama antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat itu sendiri (Artiningsih, 2008).
Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran dan komitmen bersama menuju perubahan sikap, perilaku dan etika yang berbudaya lingkungan. Sebagai upaya menggugah kepedulian dalam penanganan permasalahan lingkungan, khususnya persampahan serta untuk menciptakan kualitas lingkungan pemukiman yang bersih dan ramah lingkungan maka, harus dilakukan perubahan paradigma pengelolaan sampah (Artiningsih, 2008).
Dengan kata lain, sampah telah menjadi permasalahan utama sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat (UU RI No.18 tahun 2008).
Menurut UU RI No.18 tahun 2008, pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.
Desa Jomboran merupakan salah satu desa yang berada pada wilayah Kecamatan Klaten Tengah, Kota Klaten dengan luas wilayah ± 665,56 km2 dengan batas wilayah: sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Boyolali, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul, dan sebelah barat berbatasan kabupaten Sleman. Jumlah penduduk di desa jomboran tahun 2014 tercatat 4919 jiwa (Laporan Tahunan Kelurahan Jomboran Tahun 2014). Berdasarkan hasil pengkajian mahasiswa melalui survey, windshield survey, FGD, observasi, wawancara, dan data sekunder.
Berdasarkan hasil pengkajian melalui survey terhadap 80 sampel yang telah dilakukan oleh Mahasiswa D III Keperawatan Komunitas  di Desa Jomboran Dukuh Ngukiran RW 05 didapatkan data masalah kesehatan yang dikeluhkan oleh aggregat  (n=143) tentang pengetahuan dan perilaku tentang sampah masih kurang yakni 53%, 85%.
Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat baik dari sisi pengetahuan maupun perilaku tentang pengolahan sampah menjadi sampah organik dan non-organik dengan bekerjasama dengan berbagai pihak secara lintas sektor dan lintas program.
Penanganan terhadap masalah tersebut secara bertahap nantinya akan dilakukan bersama-sama dengan masyarakat setempat dan dengan dukungan pihak terkait antara lain Dinas Kesehatan kota Klaten, Puskesmas Klaten Tengah, Dukuh Ngukiran RW 05, Desa Jomboran, Klaten Tengah.

II.    Rencana Keperawatan
A.   Diagnosis Keperawatan
Perilaku kesehatan cenderung beresiko (00188) : sampah

B.   Tujuan Umum
Setelah diberikan asuhan keperawatan komunitas selama 1 bulan diharapkan status kesehatan komunitas terhadap Pengelolaan Sampah meningkat.
Primer prevention
Domain IV: Health Knowledge and Behavior
Kelas S: Health Knowledge
1823: Knowledge Health Promotion

C.   Tujuan Khusus
Setelah diberikan intervensi keperawatan komunitas selama 1 bulan diharapkan status kesehatan komunitas terhadap Pengelolaan Sampah meningkat.
Primer prevention
Domain IV: Health Knowledge and Behavior
Kelas S: Health Knowledge
1823: Knowledge Health Promotion

III.   Rancangan Kegiatan
A.   Topik
B.   Media
C.   Waktu dan Tempat


D.   Metode
: Penyuluhan tentang Pengelolaan Sampah
: Leaflet, power point, LCD
: Hari, Selasa 10Maret 2015
Pukul16.00 WIB–selesai
Tempat Bp. Miswanto
: Ceramahdan Tanya Jawab







E.    Strategi
No
Tahap / Waktu
Kegiatan Penyuluh
Kegiatan Warga
1
Pembukaan
5     menit
1.    Memberikan salam perkenalan
2.    Menjelaskan TIU dan TIK
3.    Menyebutkan materi yang akan diberikan
1.    Menjawab salam
2.    Mendengarkan dan memperhatikan
2
Inti
15 menit
1.    Menanyakan (review) kepada warga tentang Pengelolaan Sampah
2.    Menjelaskan materi dan memperagakan tentang:
a.    Pengertian sampah
b.    Macam-macam sampah
1.    Menjawab pertanyaan penyuluh
2.    Mendengarkan dan memperhatikan
3.    Bertanya pada penyuluh bila masih ada yang belum jelas.
3
Penutup
10  enit
1.    Menyimpulkan
2.    Mengucapkan maaf dan terima kasih
3.    Salam Penutup
1.    Menjawab pertanyaan
2.    Mendemonstrasikan cara merawat tali pusat
3.    Memperhatikan
4.    Menjawab salam penutup

F.    Pengorganisasian Waktu ( 30menit)
1.      Fase orientasi (5menit)
Pembukaan                                              : 5 menit
2.      Fase kerja ( 15menit)
Penyampaian materi tentang Sampah     :  15menit
3.      Fase terminasi (10 menit)
Kesimpulan                                               : 5menit
Tanya jawab                                             : 5 menit









G.   Pengorganisasian Kelompok
Bidang
Nama Panitia
Uraian Tugas
Ketua
Dwi Endriyani
1)    Bertanggung jawab mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dari seluruh kegiatan dalam pertemuan ketiga.
2)    Mengkoordinir anggota kelompok dan menjelaskan tugas dan peran masing-masing anggota.
3)    Memimpin pertemuan pendahuluan (technical meeting) untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan.
Sekretaris
Betty Nur Azizah

Nurvia Fajar Ningrum
1)    Menyiapkan surat-surat dan berkas-berkas
2)    Membuat undangan dan daftar hasil peserta
3)    Membuat laporan pendahuluan dan laporan hasil kegiatan penyuluhan
Sie.Acara
Dewi Retno Utami

Diah Ayu Lestari
1)    Membuat susunan acara penkes Pengelolaan Sampah
2)    Memandu seluruh proses kegiatan secara keseluruhan selama pertemuan berlangsung.

Penyampaimateri
Ita Tri Purnamawati
Fitriana Ratna Hapsari

Menyampaikanmateri tentang Pengelolaan Sampah
Sie. Humas
Ita Ratna Sari

Mega Krisnawati
1)    Menghubungi pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan kegiatan.
2)    Bertanggung jawab dalam penyebaran undangan.
Sie. Perlengkapan
Oktaviana

Sari Quraini
1)    Bertanggung jawab pada ketersediaan alat dan media yang digunakan selama acara berlangsung.
2)    Mampu menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan ketersediaan alat dan media yang digunakan.
3)    Memastikan semua alat dan media siap digunakan dalam proses diskusi dan berfungsi dengan baik.
Sie. Dokumentasi
Rina Setyawati
1)    Bertanggung jawab dalam pendokumentasian (kamera, HP, handycam) selama acara berlangsung.
Sie. Konsumsi
Ima Fitriani

Fitri Karina
1) Menentukan menu snack.
2) Membagikan snack saat acara berlangsung.
Observer
Retno Puspasari

Juni Astuti
1) Mengamati jalannya acara
2) Membuat laporan hasil kegiatan mulai dari awal hingga akhir acara.
3) Memberikan evaluasi jalannya acara pada akhir acara.

H.   Pengorganisasian Tempat
 











IV.    Kriteria Evaluasi
A.   Evaluasi Struktur
1.    Mahasiswa:
a.  Laporan pendahuluan Pengelolaan Sampah telah disiapkan, dikonsulkan dan disetujui pembimbing akademik.
b.  Mahasiswa telah menyebarkan undangan sesuai tujuan maksimal 2 hari sebelum pelaksanaan kegiatan
2.    Sasaran:
Warga Dukuh Ngukiran Rw 05 Desa Jomboran
3.    Tempat
Tempat kegiatan telah mendapat izin dari pengelola 2 hari sebelum kegiatan
4.    Perlengkapan
Alat dan media yang diperlukan telah siap digunakan
B.   Evaluasi Proses
1.      Menyiapkan media 2 hari sebelumnya
2.      Mengkoordinasikan dengan kader untuk pelaksaan kegiatan 2 hari sebelumnya
3.      Menyebarkan undangan 2 hari sebelum kegiatan


C.   Evaluasi Hasil
1.      Mahasiswa hadir 100%
2.      Sasaran 75% peserta hadir
3.      Kognitif
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan :
a.    Peserta mampu menjelaskan pengertian Sampah
b.    Peserta mampu menyebutkan macam-macam Sampah
c.    Peserta mampu menyebutkan
4.      Afektif
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan peserta berusaha akan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencegah Sampah.
5.       Psikomotor

Peserta mampu mendemostrasikan pemilahan sampah yang organik dan non-organik.

1 komentar:

  1. Kami RAJA PLASTIK INDONESIA menjual berbagai jenis, ukuran dan merk tempat sampah plastik atau tong sampah plastik seperti merk Green Leaf, Lion Star, Kirapac, Shinpo, dll... Klik website kami di : http://www.rajaplastikindonesia.com, http://www.tempatsampahplastik.net, http://www.rajaplastik.co.id

    BalasHapus